Sampah organik adalah sampah atau limbah yang berasal dari makhluk hidup yang ada di dunia, seperti tumbuhan, hewan, manusia, atau berbagai turunan dan hasil olahan dari hal-hal itu. Sampah jenis ini akan terurai secara alami dengan bantuan bakteri pembusuk yang ada di alam.
Sampah organik ini apabila dikelola secara benar akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh pemanfaatan dari sampah organik ini adalah pembuatan pupuk kompos yang dapat digunakan dalam sektor pertanian. Proses penguraian sampah organik pun lebih pendek dibandingkan dengan sampah anorganik.
Sampah organik ini apabila dikelola secara benar akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh pemanfaatan dari sampah organik ini adalah pembuatan pupuk kompos yang dapat digunakan dalam sektor pertanian. Proses penguraian sampah organik pun lebih pendek dibandingkan dengan sampah anorganik.
Sebagai perbandingan :
Daun-daun (organik) hanya butuh paling lama 6 bulan untuk terurai jika dikubur ke dalam tanah, hasil penguraiannya pun tidak akan mencemari tanah dan sekitarnya.
Botol plastik bekas air mineral akan butuh 10-50 tahun kalau cara yang sama diterapkan dan hasil proses penguraian berbahaya bagi tanah karena mengandung zat kimia pencemar
Itulah mengapa sampah organik termasuk sampah yang ramah lingkungan. Apalagi selain tidak mencemari tanah, hasil pelapukan sampah organik pun justru bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperkaya kandungan zat hara. Hal seperti inilah yang kemudian dimanfaatkan manusia dengan cara membuatnya menjadi kompos.
Meskipun demikian, penanganan sampah jenis inipun tetap harus dilakukan secara hati-hati karena dalam proses pembusukannya, sampah organik akan melepaskan gas metana (CH4) yang mudah terbakar.
Daun-daun (organik) hanya butuh paling lama 6 bulan untuk terurai jika dikubur ke dalam tanah, hasil penguraiannya pun tidak akan mencemari tanah dan sekitarnya.
Botol plastik bekas air mineral akan butuh 10-50 tahun kalau cara yang sama diterapkan dan hasil proses penguraian berbahaya bagi tanah karena mengandung zat kimia pencemar
Itulah mengapa sampah organik termasuk sampah yang ramah lingkungan. Apalagi selain tidak mencemari tanah, hasil pelapukan sampah organik pun justru bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperkaya kandungan zat hara. Hal seperti inilah yang kemudian dimanfaatkan manusia dengan cara membuatnya menjadi kompos.
Meskipun demikian, penanganan sampah jenis inipun tetap harus dilakukan secara hati-hati karena dalam proses pembusukannya, sampah organik akan melepaskan gas metana (CH4) yang mudah terbakar.
Di Indonesia sudah ada beberapa kasus ketika tumpukan sampah yang tidak ditangani dengan baik, menimbulkan ledakan yang menimbulkan korban jiwa.
Contoh-contoh sampah organik ada banyak di sekitar kita, seperti : daun-daun yang berguguran, potongan rumput, kulit pisang, kulit jeruk, bangkai hewan, nasi yang dibuang, telur dadar yang tidak dimakan, ranting-ranting pohon, kue bolu, donat, susu dan sebagainya.
Ada beberapa sampah organik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai tetapi tidak berbahaya bagi lingkungan, seperti tulang hewan, yang karena strukturnya berbeda dengan daging membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.
Sedangkan contoh sampah anorganik
Antara lain : Sisa Potongan Besi, Aluminium, Seng, Plastik, Kertas, Karton, Timah, tembaga, kaleng, Drum dan sebagainya.
Sampah anorganik hanya bisa dijadikan kerajinan tangan dengan berbagai kreasi serta modifikasi dan bisa daur ulang kembali untuk dijadikan bahan baku pabrik sesuai jenisnya.
Itulah yang dimaksud dengan sampah organik dan mengapa termasuk limbah yang ramah lingkungan, dan itulah yang tergolong sampah anorganik yang bisa merusak lingkungan hidup namun bisa dimanfaatkan serta didaur ulang kembali.
Berikut cara memilah sampah organik dan anorganik :
1. Sediakan 2 wadah untuk menampung sampah yang terdiri dari wadah sampah organik dan wadah sampah anorganik.
2. Buang dan tempatkan sampah keseharian anda pada wadah yang telah disediakan.
3. Setelah wadah tersebut penuh, untuk sampah organik bisa diolah menjadi pupuk atau bisa di tanam, sedangkan sampah anorganik bisa anda setor ke bank sampah atau komunitas yang menangani sampah anorganik.
Dengan memilah sampah yang ada di rumah saja berarti kita peduli lingkungan, apalagi jika kita dapat mengolahnya. Dan ingat jangan mengikat kantung plastik sampah karena akan menyulitkan pengolahan dan tidak terurai di TPA.
Komentar
Posting Komentar