Langsung ke konten utama

Langkah dasar meminimalisir Persoalan Sampah di Lingkungan

Foto : Sampah Anorganik yang bisa didaur ulang

Sampah bisa menjadi permasalahan yang besar bagi suatu daerah atau wilayah yang sedang berkembang dan dikota-kota. Tentunya sampah harus diperlakukan dengan benar dan serius, karena sampah dapat menimbulkan masalah yang serius bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu sampah harus ditangani dengan baik dan benar dengan memanfaatkan sisa-sisa dari kegiatan manusia tersebut.
Mungkin sebagian orang menganggap enteng terhadap sampah, bahkan menganggap hina pada sampah, sebenarnya sampah yang dianggap tak berguna itu memiliki manfaat yang cukup besar bahkan berarti besar bagi manusia.
Misalkan pada kasus sampah plastik (sampah an-organik) sampah sampah tersebut dapat didaur ulang. Dimana limbah sampah dari plastik, kertas, besi dan sebagainya dapat di daur ulang menjadi berbagai barang yang bermanfaat seperti menjadi produk furnitur yang unik dan menarik, atau dapat didaur ulang kembali menjadi bahan baku pembuatan produk plastik atau kertas.
Beikut adalah cara untuk meminimalisir produksi sampah yang berlebihan lakukan dengan langkah 3R, yaitu :
1. Reduce / Mengurangi
Sampah bisa dikurangi dengan mengurangi pemakaian material yang dapat menghasilkan sampah yang berlebihan.
2. Reuse / Digunakan Kembali
Dengan menggunakan atau memanfaatkan kembali barang barang yang dapat diolah kembali, penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, tidak menggunakan kantong plastik dan sebagainya.
3. Recycle / Daur ulang
Terakhir yakni pemanfaatan kembali sampah-sampah tersebut menjadi barang bermanfaat dalam upaya penyelamatan lingkungan dan masyarakat.
Semoga seluruh elemen masyarakat bisa menanamkan mental sebagaimana diatas tentunya berguna dan bermanfaat bagi lingkungan dan alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadirnya Komunitas Peduli Sampah "KUPAS" Pulau Bengkalis Untuk Lingkungan Bersih serta Masyarakat Sehat dan Bahagia

Kupas adalah sebutan singkat salah satu Komunitas Peduli Sampah di Pulau Bengkalis. Ianya terbentuk oleh seorang pemuda karena termotivasi sehingga memunculkan inisiatif dan kreativitasnya. Kemudian ia melibatkan beberapa orang pemuda, masyarakat dari berbagai latar belakang pekerjaan, bahkan pengangguran dan mahasiswa. Mereka senang disebut relawan peduli sampah. Kupas akan mensosialisasikan kepada masyarakat betapa besar manfaat yang akan di dapatkan melalui pemilahan sampah dan mengingatkan kembali betapa berarti serta ada manfaat yang bisa di ambil dari sebuah sampah. Hal ini merupakan aksi atau gerakan menjaga lingkungan hidup dari pengaruh bahan kimia pada barang bekas jika tidak ditempatkan sesuai tempatnya, karena sampah masih bisa diolah kembali atau di daur ulang. Tentunya Kupas berharap besar munculnya partisipasi aktif masyarakat, yakni dengan rasa antusiasme warga mendukung kegiatan kupas. Disini kupas melihat sampah barang bekas di pulau Bengkalis cukup besa...

Bukan kaleng-kalengan : "Namanya saja sampah"

Kebanyakan dari kita menganggap enteng sampah, bahkan kepada orang orang pemungut sampah (pemulung). Selain itu kita juga terkadang memandang rendah kepada pedagang jual-beli barang bekas atau rongsokan sisa perabotan dan peralatan rumah tangga seperti ; Besi, Aluminium, Timah, Tembaga, Plastik, Karton, Duplek, Koran, Kertas HVS, Kaleng dan sebagainya. Pernahkah kalian berfikir disebalik penampilan nya? Saatnya kita harus berfikir dan menghayati terlebih dahulu tentang betapa sulitnya persoalan sampah jika sudah tidak terkelola dengan baik, mungkin kita sudah mengetahui tetapi seolah-olah tidak tahu. Misalnya ; sampah anorganik, yang mana sampah tersebut butuh waktu lama untuk bisa mengurai bahkan bisa merusak lingkungan oleh zat kimia yang terkandung di dalamnya. Mungkin di daerah kalian sampah belum menjadi topik dan permasalahan utama, tapi sebaiknya kita jangan lengah. Karena kota-kota besar seperti Jakarta yang megah, canggih  dan modern saat ini harus berfikir dan b...